Oknum Polisi Aniaya Warga di batam gara2 masalh parkir
Wednesday, January 4, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik Oknum Polisi Aniaya Warga 3 Jan 2012 - 07:53 AM | Metropolis | Ada 2 Komentar M Nuzlil Fukron, 37, warga Perumahan Cendana, Batam Kota, dianiaya R, oknum polisi berpangkat Briptu yang bertugas di Polda Kepri, Jumat (30/12) pukul 17.30 WIB. Penyebabnya sepele, R tersinggung setelah ditegur Fukron karena memarkir sepeda locomote di depan konter pulsa Fukron. Akibat pengeroyokan tersebut, mata kanan Fukron lebam, dadanya sesak saat bernapas akibat pukulan dan tendangan Briptu R yang membabi buta di tengah kerumunan warga. R juga menendang pinggang dan menginjak-injak Fukron yang sudah tak berdaya tersungkur dan minta maaf. Saat dilerai warga yang melihat, Briptu R dan saudaranya K, malah menantang warga. Penganiayaan oleh polisi ini bermula dari masalah sepele. Briptu R tersinggung karena ditegur oleh korban, karena pelaku memarkirkan motornya melintang tepat di depan konternya. Sehingga menghalangi jalan pongid yang mau beli pulsa. âPadahal saya menegurnya pelan. Saya minta tolong locomote gum dipindah parkir karena mengganggu pembeli yang mau lewat,â ujar Fukron. Merasa dirinya polisi, Briptu R tak terima ditegur warga biasa. Ia tersinggung karena disuruh pindah parkir. Merasa polisi, Briptu R pikir ia bebas parkir dimana saja. Briptu R langsung membentak Fukron dan mengatakan, âKau pindah saja sendiri kalau memang kau berani, kalau aku tak mau kenapa rupanya.â Mendapat bentakan dan tantangan dari pelaku, Fukron mencoba kembali meminta baik- baik ke Briptu R gum mau memindahkan locomote Suzuki Satria Funya. âSaya minta tolong Pak, pongid yang mau beli pulsa kehalang jalannya. Saya cariin makan anak istri saya,â kata Fukron kepada pelaku saat itu. Saat dihajar, kedua tangan Fukron ditekuk dan dipegang oleh K, saudara R. Sedangkan Briptu R memukulinya dengan beringas di dada, wajah lima kali, serta pinggang dan perut diinjak-injak. Setelah menghajar dan mengeroyok korban, pelaku pergi meninggalkannya terkapar begitu saja di depan kiosnya. Saat ditegur, Briptu R menarik tangan serta kerah baju korbannya dan akan diajak ketempat sepi untuk duel. Namun, korban menolak. Setelah dipukuli, Fukron pergi meninggalkan lokasi kejadian dan mendatangi RS Harapan Bunda (RSHB) untuk keperluan visum dan pengobatan. Tak lama, malam itu, Fukron, diantar keluarga dan tetangganya melapor ke Mapolda Kepri tentang penganiayaan oleh Briptu R. âAwalnya malam setelah kejadian, saya melapor ke Reskrim Polda Kepri. Laporan saya diterima petugas SPK, Arya. Kemudian saya diantar ke ruangan untuk diperiksa. Yang meriksa saya saat itu namanya Salam,â ujar Fukron. Namun saat awal laporan ke SPK, salah satu petugas jaga bilang sulit mencari pelaku. Alasannya alamat tak lengkap. Laporan terakhir yaitu Senin (2/1) langsung ke Propam Polda Kepri. Jawaban pihak Propam Kepri akan ditindaklanjuti dan akan dipanggil Briptu R tersebut. Kasus penganiayaan yang dilakukan oknum polisi ini menjadi catatan buruk Polda Kepri di awal tahun 2012. Padahal sebelumnya banyak kasus penganiayaan yang dilakukan korps baju coklat pada masyarakat kecil di seluruh Indonesa dan terekspos di seluruh media. Mereka seolah tak punya rasa jera. Bukannya menjadi cambuk bagi institusi kepolisian, justru makin menjadi. Seperti yang menimpa Fukron di awal tahun 2012. sumber: http://www.batampos.co.id/index.php/...-aniaya-warga/ yah...blom lagi selesai masalah sendal sekarang ada lagi oknum polisi yang arogan di batam gara2 masalah sepele.... mau jadi apa indonesia ini kalo banyak oknum2 kayak begini????? :capedes :capedes Jual Mobil Murah . Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik . Harga Notebook .
Angga Sanusi
Angga Sanusi
Post a Comment